Archive for July, 2005

lukisan hatiku..

Tuesday, July 19th, 2005

Terasa perihnya emosi
kemarahan

akan tiadanya udara untuk
ruang baru..
       
        ruang bebas..

menerawang angan

ingin membawa pergi,

terbang dan menghilang..

ruang asing yang selalu
didambakan..

ruang asing yang belum
disinggahi..

ruang yang membawa warna di
dunianya..

teriakan batin melepaskan penjara jiwa

yang selama ini menjadi ruang hidup..

tuntutan..keinginan..kemauan yang sama
sekali bukan

gambaran itu.. gambaran dengan lukisan hati yang lain..

timbunan harapan yang kian merabun..

harapan untuk kemudahan..

keadilan untuk diri sendiri..

prinsip diri sendiri.. cinta diri
sendiri.. pilihan diri sendiri..

Namun hanya terdiam..
membatu..

merelakan semua lukisan masa
depan

yang tak ada goresan warna
sendiri.. hanya untuk

warna yang lain.. nikmat keindahan lukisan bukan

untuk
diri sendiri..

tapi untuk pantulan
keindahan yang lain..

GERAAAMMMM..

diri ingin mencipta warna sendiri..

jangan pernah merelakan untuk
terhapus..

keinginan diri sendiri mesti hadir..

tekadkan untuk hadir nyata..

karna semua akan membawa ruang
kebebasan diri sendiri..

yang mesti diraih sendiri.. dengan warna milik sendiri..


Berulang
kali.. kekecewaan menjadi kebiasaan  emosi..

diriku terbiasa.. yang kerap
ada disini..

ingin ku menggores warna
jingga di lukisan hatinya..

tiap kali goresan itu
menghasilkan setangkai

bunga yang mekar..

mentari jingga yang menyinari
kejenuhan batinnya..

cat merahnya fajar menjadi
semangat..

kehangatan untuk selalu
tersenyum..

Curahan ini akan selalu tersimpan..

menjadi doa untuk mu..

doa yang tak henti untuk selalu
menjadi bagian lukisan hati mu..

ku satu..

Wednesday, July 6th, 2005

Setiap
menatapi langit.. ku merasa sepi ini menyelimuti.. tak ada perasaan bahagia
ataupun senyuman yang hadir.. semua tampak satu.. diriku.. itulah temanku..
langit ini.. kerinduanku.. untuk diterangi banyak bintang.. ditemani sebuah
bulan yang menghangatkan udaraku.. ku hanya bisa menyanyikan pikiranku dengan
kata-kata rayuan.. mengembara membawaku mendapatkan bintang dan bulan..

Lalu
setiap ku tersenyum kepada mentari.. ku merasa hilang.. luapan kegundahan
mengelilingi ragaku.. panasnya pun mencairkan runtuhkan kebahagiaanku..
cahayanya menutupi harapan.. untuk dapat menjalani putaran bumi yang makin
cepat.. yang membuat lupa dunia ini semakin tua.. lemaahh..

Tiang
cinta yang lama ingin kutancapkan.. belum kokoh dan kuat.. yang dapat membuatku
bertahan.. membuatku mengerti ku tak
hilang.. ku tak satu..