Cerminan Hati Seorang Sahabat
Sunday, September 18th, 2005Ungkapan-ungkapan pantulan dari segala beban di benaknya..
terangkai dalam tiap bait emosi.. ulangan kata2 ingin mempetajam
arti..
seakan ledakan hasrat dari keletihan dirinya..
ingin merasa bersatu..Memahami.. mengerti..sejalan dengan hidup
yang seharusnya adil baginya
merasakan kegetiran yang tersirat dalam tiap tatapan kehampaan
sorot matanya..
menyadari kenyataan yang dihadapi saat ini.. terasa amat melas
ungkapan itu.
Melihat.. merasakan.. Segalanya terasa amat sulit..
Untuk tiap kali dijalani melalui hari2..
Dengan diri sendiri yang ditemani kesepian dan kegelisahan
Hari2 entah akan berakhir seperti apa..
Tekanan yang semakin menyempitkan dada
Egoisme yang tlah hanyut dengan kasih sayang untuk orang lain yang
menjadi bagian terpenting bagi diri nya..
Segala bentuk Pengorbanan terukir..
Namu banyak Praduga yang semakin menusuk kalbu
Semua yang seharusnya menjadi cahaya pendorong asa
Berubah menjadi kegelapan yang perlahan dan akan tak terlihat
Ini sudah menjadi bagian hidupnya..
Tiap keputusan sendiri selalu meradang di pikirannya
Kegelisahann yang pelan-pelan mendekati keletihan tiada batas
Kemana sinar itu???
Sinar yang selalu menjadi pelangi di tiap detik geraknya ?? tiap
langkahnya
Harus kah tiap waktu yang terlewati diakhiri dengan kedongkolan??
Dan air mata mengalir??
Penat dan letih itu ungkapan yang selalu melekat dalam hatinya
Marah dan sedih itu ungkapan yang mewakili seluruh emosi di
benaknya
Senyum dan bahagia.. bagian yang belum utuh untuknya..
Sahabatku.. pegang teguhlah semangat hatimu..
Karna diriku akan selalu mencoba menopang segala kegelisahan..
Tidak hanya diriku tapi semua di sekitar mu.. yang akan selalu
menjadi penyorak gembira mu..
Penyorak asa mu untuk selalu berlari mengejar impian mu..
Bersama kita akan membawa jauh beban mu.. kegelisahan mu..
Hanya satu yang kita ingin terhadap mu..
Tetap besama menggapai segala impian mu..
Karena diri mu mampu dan yakiiinnn.. selalu yakin dirimu mampu..
..Karena diri mu Luar Biasa INDAH..