Menjalani Kepalsuan
Wednesday, March 8th, 2006hati
tiada sama
untuk
sanggup menapik hasrat
meski
norma kokoh mencela
tulus
dijadikan dosa
jujur
dijadikan tabu
kejaran
prasangka memilukan jiwa
merontokkan
harapan untuk tersenyum
raga
memapah luka batin yang meruncing
lalu
memejam tak ingin rasakan kelam
bersumpah
menelan kasih
menumbuhkan
sangkal
mengisi
kepalsuan hati yang tak terbatas
untuk
sebuah nama..
untuk
sebuah norma..